Cerita Warga Indonesia yang Lihat Langsung Penembakan di Las Vegas
Sekurang-kurangnya 50 orang tewas serta beberapa ratus yang lain luka-luka dalam tragedi penembakan di Las Vegas, Minggu malam (1/10/2017).
Melwanche Arief, warga negara Indonesia, yang tinggal dekat dari tempat peristiwa lihat segera momen penembakan itu, termasuk juga kepanikan yang mengikutinya.
Tersebut cuplikan wawancara VOA Indonesia dengan Arief.
VOA : Terima kasih sudi diwawancarai VOA. Beritanya Anda tinggal tidak jauh dari tempat penembakan?
Arief : Saya persis tinggal dimuka Mandalay Bay, sekitaran 200 mtr..
VOA : Saat insiden penembakan berlangsung, mas berada di mana?
Arief : Saya tengah tidur-tiduran dengan anak saya yang pertama, lantas sekitaran jam 22. 00 lebih, istri saya Sofie membangunkan saya " say say ada penembakan diluar”.
Ia awal mulanya sangka cuma kembang api, namun saat lihat beberapa orang berlarian di jalan, kami segera tahu kalau itu penembakan.
Saya ke patio (semacam balkon-red) serta lihat segera ke jalan sembari bersembunyi dibalik beberapa barang di patio.
Seram sekali. Karna terlebih dulu memanglah sukai ada pertunjukkan kembang api di Mandalay Bay, Luxor atau MGM tiap-tiap malam minggu.
Namun kok ini orang berlarian, loncat pagar, masuk ke gedung apartemen saya, sesaat nada tembakan terdengar keras sekali.
Saya lihat tiga blok dari apartemen saya ada beberapa wanita bule memohon-mohon agar diperbolehkan masuk untuk bersembunyi pada tetangga-tetangga saya.
Di belakang mobil saya, ada juga sebagian orang bersembunyi.
VOA : Patio Anda di lantai berapakah?
Arief : Kami di lantai satu karna unit apartemen kami cuma dua lantai.
VOA : Jadi bertemu segera dengan tempat penembakan?
Arief : Persis. Tempat konser terdapat 50 mtr. di samping kanan apartemen kami, sesaat Mandalay Bay persis dimuka apartemen.
VOA : Anda pernah menolong beberapa korban?
Arief : Tidak, karna mereka ada sekitaran tiga gedung di samping apartemen. Namun di belakang apartemen banyak yang bersembunyi. Juga di belakang mobil saya di parkiran.
VOA : Rentang saat mulai sejak istri Anda membangunkan, sampai keluar ke patio serta lihat orang berlarian, bermakna cukup lama?
Arief: Cukup lama. Ketika istri membangunkan itu sudah berlangsung penembakan beberapa menit, terus saya ke patio dan melihat orang berlarian masih terdengar serentetan penembakan.
Sepertinya dengan machine-gun atau senapan mesin karena terdengar treeeetttreeettreet.
Suara penembakan itu sempat terhenti sebentar, tetapi kemudian lanjut dengan serangkaian tembakan lain.
Sepertinya dia (penembak-red) sempat mengganti magasin. Jadi tembak, berhenti, tembak lagi.
VOA: Kami mendapat informasi bahwa dibutuhkan waktu satu jam bagi aparat untuk mengetahui lokasi penembak dan melumpuhkannya di lantai 32 Mandalay Bay?
Arief: Benar. Ini saya di depan hotel Mandalay Bay yang di salah satu sudut lantai 32 ada tembok yang bolong besar, dan ditutupi sejenis kain atau terpal putih.
Ini terlihat jelas dari jauh.
VOA: Kemudian kawasan itu di-lockdown?
Arief: Betul. Diisolasi atas di-lockdown. Ini masih banyak sekali polisi dan aparat dari badan-badan lain.
Tadi pagi saya sempat jalan ke luar ingin melihat situasi, tetapi kembali lagi karena jalan-jalan masih ditutup dan polisi di mana-mana.
Saya juga melihat banyak sepatu, sandal dan barang-barang lain yang ditinggalkan penonton dalam keadaan panik.
Sebagian berlumuran darah. Ini situasi masih dijaga ketat.
VOA: Jadi Anda tidak bisa keluar rumah untuk bekerja?
Arief: Kebetulan hari ini saya off (tidak bertugas-red).
VOA: Bagaimana mood warga Indonesia di Las Vegas saat ini pasca insiden tersebut?
Arief: Saya terharu juga, banyak yang telepon atau kirim pesan lewat Facebook, dll, menanyakan kondisi kami.
Konser hari Minggu ini memang konser musik hari terakhir, yang sebelumnya sudah berlangsung sejak Jumat (29/9/2017).
Jadi gak heran jika penontonnya membludak. Kabarnya hingga lebih dari 20.000 orang. Tetapi saya dan keluarga memang tidak menontonnya.
Dan, yang saya tahu sejauh ini warga Indonesia di kota ini semuanya aman. Terima kasih bagi mereka yang menghubungi kami.
Melwanche Arief, warga negara Indonesia, yang tinggal dekat dari tempat peristiwa lihat segera momen penembakan itu, termasuk juga kepanikan yang mengikutinya.
Tersebut cuplikan wawancara VOA Indonesia dengan Arief.
VOA : Terima kasih sudi diwawancarai VOA. Beritanya Anda tinggal tidak jauh dari tempat penembakan?
Arief : Saya persis tinggal dimuka Mandalay Bay, sekitaran 200 mtr..
VOA : Saat insiden penembakan berlangsung, mas berada di mana?
Arief : Saya tengah tidur-tiduran dengan anak saya yang pertama, lantas sekitaran jam 22. 00 lebih, istri saya Sofie membangunkan saya " say say ada penembakan diluar”.
Ia awal mulanya sangka cuma kembang api, namun saat lihat beberapa orang berlarian di jalan, kami segera tahu kalau itu penembakan.
Saya ke patio (semacam balkon-red) serta lihat segera ke jalan sembari bersembunyi dibalik beberapa barang di patio.
Seram sekali. Karna terlebih dulu memanglah sukai ada pertunjukkan kembang api di Mandalay Bay, Luxor atau MGM tiap-tiap malam minggu.
Namun kok ini orang berlarian, loncat pagar, masuk ke gedung apartemen saya, sesaat nada tembakan terdengar keras sekali.
Saya lihat tiga blok dari apartemen saya ada beberapa wanita bule memohon-mohon agar diperbolehkan masuk untuk bersembunyi pada tetangga-tetangga saya.
Di belakang mobil saya, ada juga sebagian orang bersembunyi.
VOA : Patio Anda di lantai berapakah?
Arief : Kami di lantai satu karna unit apartemen kami cuma dua lantai.
VOA : Jadi bertemu segera dengan tempat penembakan?
Arief : Persis. Tempat konser terdapat 50 mtr. di samping kanan apartemen kami, sesaat Mandalay Bay persis dimuka apartemen.
VOA : Anda pernah menolong beberapa korban?
Arief : Tidak, karna mereka ada sekitaran tiga gedung di samping apartemen. Namun di belakang apartemen banyak yang bersembunyi. Juga di belakang mobil saya di parkiran.
VOA : Rentang saat mulai sejak istri Anda membangunkan, sampai keluar ke patio serta lihat orang berlarian, bermakna cukup lama?
Arief: Cukup lama. Ketika istri membangunkan itu sudah berlangsung penembakan beberapa menit, terus saya ke patio dan melihat orang berlarian masih terdengar serentetan penembakan.
Sepertinya dengan machine-gun atau senapan mesin karena terdengar treeeetttreeettreet.
Suara penembakan itu sempat terhenti sebentar, tetapi kemudian lanjut dengan serangkaian tembakan lain.
Sepertinya dia (penembak-red) sempat mengganti magasin. Jadi tembak, berhenti, tembak lagi.
VOA: Kami mendapat informasi bahwa dibutuhkan waktu satu jam bagi aparat untuk mengetahui lokasi penembak dan melumpuhkannya di lantai 32 Mandalay Bay?
Arief: Benar. Ini saya di depan hotel Mandalay Bay yang di salah satu sudut lantai 32 ada tembok yang bolong besar, dan ditutupi sejenis kain atau terpal putih.
Ini terlihat jelas dari jauh.
VOA: Kemudian kawasan itu di-lockdown?
Arief: Betul. Diisolasi atas di-lockdown. Ini masih banyak sekali polisi dan aparat dari badan-badan lain.
Tadi pagi saya sempat jalan ke luar ingin melihat situasi, tetapi kembali lagi karena jalan-jalan masih ditutup dan polisi di mana-mana.
Saya juga melihat banyak sepatu, sandal dan barang-barang lain yang ditinggalkan penonton dalam keadaan panik.
Sebagian berlumuran darah. Ini situasi masih dijaga ketat.
VOA: Jadi Anda tidak bisa keluar rumah untuk bekerja?
Arief: Kebetulan hari ini saya off (tidak bertugas-red).
VOA: Bagaimana mood warga Indonesia di Las Vegas saat ini pasca insiden tersebut?
Arief: Saya terharu juga, banyak yang telepon atau kirim pesan lewat Facebook, dll, menanyakan kondisi kami.
Konser hari Minggu ini memang konser musik hari terakhir, yang sebelumnya sudah berlangsung sejak Jumat (29/9/2017).
Jadi gak heran jika penontonnya membludak. Kabarnya hingga lebih dari 20.000 orang. Tetapi saya dan keluarga memang tidak menontonnya.
Dan, yang saya tahu sejauh ini warga Indonesia di kota ini semuanya aman. Terima kasih bagi mereka yang menghubungi kami.
Cerita Warga Indonesia yang Lihat Langsung Penembakan di Las Vegas
Reviewed by siska
on
October 05, 2017
Rating:
Reviewed by siska
on
October 05, 2017
Rating:
