Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran

Jakarta - Abdullah Hadi pergi mengadu nasib ke Korea Selatan (Korsel) pada 1997. Modal ke Korsel ia dapatkan dari menggadaikan sawah orangtua sebesar Rp 1, 2 juta. 

Selama 3 th. di Korsel, Hadi bekerja di perusahaan terpal. Sehabis 3 th. mengais rejeki di Negeri Ginseng, Hadi pulang ke kampung halamannya di Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Mimpinya waktu itu jadi pebisnis di bagian perikanan. Bermodal uang kerja hasil di Korsel Rp 130 juta, ia meniti usaha lele. 

" Angan-angan saya saat pulang ingin usaha perikanan, karna di daerah saya itu airnya melimpah, " tutur Hadi pada detikFinance, Kamis (15/7/2017). 

Uang kerja hasil keras di Korsel telah terpakai semuanya untuk buka serta membuat usaha lele. Sayang, Hadi malah tidak sukses mendapatkan pundi-pundi rupiah dari ternak lele, ia malah gagal di usaha ini. 

" Saya tidak sukses pulang dari Korea. Harapan yang saya idamkan pulang dari Korea jadi entrepreneur, tidak berhasil, " kata Hadi. 
Tidak berhasil Ternak Lele, Bekas TKI Ini Usaha Ayam Beromzet MiliaranFoto : Dok. Pribadi 

Usaha ayam 

Lalu, Ia mendatangi Tubuh Nasional Penempatan serta Perlindungan TKI (BNP2TKI) untuk mencari tahu program usaha untuk bekas TKI, serta nyatanya ada yang namanyapemberdayaan TKI purna. Programnya yaitu beternak ayam. 

Sesudah turut program pemberdayaan, pada 2015 Hadi dengan 3 orang bekas TKI Korsel menginginkan membuat peternakan ayam moderen, dengan kandang besar diatas tempat 100x10 mtr. persegi serta pemrosesan limbah yang terintegrasi. Hanya mereka terbentur cost, karna perlu sekitaran Rp 1 miliar-Rp 2 miliar untuk bangun kandang sesuai sama itu. 

Lalu, BNP2TKI berikan jalan keluar utang usaha dari BNI dengan jaminan sertifikat tanah. Dalam satu minggu uang Rp 2 miliar telah ditangan serta kandang siap dibuat. Dua kandang ayam memiliki ukuran besar pada akhirnya terbangun. 

Hadi berpartner dengan PT Super Unggas Jaya (Suja), anak usaha Cheil Jedang Feed Indonesia, perusahaan peternakan asal Korsel yang beroperasi di Indonesia. PT Suja memasok bibit ayam potong type Kop ke peternakan Hadi untuk di besarkan. 

Nyatanya usaha ini mengundang selera. Ayam siap panen di umur 22 hari dengan bobot 1 kg serta 29 hari dengan bobot 1, 6 kg, serta dihargai Rp 4. 000-Rp 5. 000/ekor. Singkat narasi, sekarang ini telah ada 24 kandang dengan populasi ayam sekitaran 600. 000 ekor. 

Dalam menggerakkan usaha, Hadi menggandeng beberapa bekas TKI Korsel hingga mereka tidak kembali sekali lagi mencari rejeki di negeri orang. Beberapa bekas TKI ini jadi investor kandang serta ayam. 
Tidak berhasil Ternak Lele, Bekas TKI Ini Usaha Ayam Beromzet MiliaranFoto : Dok. Pribadi 

" Saya menginginkan mereka jadi entrepreneur di Indonesia, tidak butuh kembali sekali lagi bekerja di negeri orang, " papar Hadi. 
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran
Satu kandang dipunyai 4 orang dengan populasi pada 30. 000-40. 000 ekor. Modal dari uang kerja hasil keras mereka di Korsel. Keseluruhan omzet setiap kandang untuk setiap saat panen sekitar pada Rp 135 juta-Rp 180 juta/bulan. 
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran
Hadi juga miliki ayam sendiri dengan populasi menjangkau 220. 000 ekor. Saat ini, Hadi menggerakkan usahanya dengan nama Sonagi, berarti bersih-bersih dalam bhs Indonesia. Lini usaha Sonagi diantaranya kursus bhs Korea serta peternakan ayam.
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran Reviewed by siska on August 16, 2017 Rating: 5